Udara sejuk pegunungan menyambut saat tiba di kawasan Wisata Desa Penglipuran. Berada pada ketinggian sekitar 700 meter di atas permukaan laut (mdpl), desa adat ini tak hanya terkenal akan nuansa tradisinya, akan tetapi juga dikenal karena keasrian, kesejukan, dan kebersihan lingkungan desa. Selain itu, keramahan penduduknya pun menjadi pelengkap perjalanan bagi siapapun yang berkunjung ke desa tradisional yang eksotik ini.

Berdasarkan cerita penduduk, Desa Penglipuran telah ada sejak lebih dari 700 tahun silam atau tepatnya pada masa Kerajaan Bangli. Dimana dahulu Desa Penglipuran ini menjadi sebuah tempat peristirahatan bagi para raja-raja Bali yang ingin mendapati suasana tenang dan damai.

Konsep penataan yang ada di Desa Penglipuran ini tak lepas dari tradisi dan budaya yang secara turun temurun dipegang teguh oleh masyarakat setempat. Kombinasi gaya arsitektur pemukiman adat Bali dan ruang terbuka yang telah dibentuk oleh masyarakat adat Desa Penglipuran sejak dahulu membuat suasana desa khas Bali makin kental dan nyaman sebagai tempat untuk berkontemplasi dengan lingkungan asri yang ada di desa adat ini.

Wisata Desa Penglipuran

Aktivitas Yang Bisa Dilakukan di Desa Penglipuran

  • Menikmati Keasrian Suasana Dan Keramahan Warga Desa Penglipuran
    Seperti yang sudah dijelaskan di atas. Desa Penglipuran memiliki suasana tenang dan warga-warga di sana sangat ramah menyambut para tamu yang ingin menikmati suasana desa. Kamu jangan sungkan untuk bertanya-tanya tentang Desa Penglipuran itu sendiri. Mulai dari sejarahnya hingga keunikan-keunikan yang ada di sana.
  • Pre Wedding di Desa Penglipuran
    Jika kamu berencana ingin menikah dan sebelumnya ingin membuat sesi foto pre wedding. Desa Penglipuran sangat cocok sekali dijadikan sebuah lokasi sesi foto tersebut. Dengan arsitektur dan properti bergaya tradisi Bali, kamu akan terlihat amazing. Ditambah ketika kamu mengenakan pakaian adat Bali. Kamu akan terlihat semakin awesome di foto tersebut.
  • Mengabadikan Setiap Sudut Desa Penglipuran
    Bagi kamu para pecinta fotografi dan videografi, jangan sampai kamu lupakan untuk mendokumentasikan setiap sudut Desa Penglipuran dengan gaya kamu masing-masing. Bahkan bagi kamu para pecinta selfie, di salah satu rumah ada yang menyediakan pakaian adat Bali yang bisa kamu pinjam agar kamu terlihat semakin well.

Lokasi dan Akses Menuju Desa Penglipuran

Secara Admninistratif, Desa Penglipuran berada di wilayah Kelurahan Kubu, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli, Bali, atau lima kilometer dari pusat Kota Bangli. Bila kamu berangkat dari pusat Kota Denpasar membutuhkan waktu sekitar satu jam perjalanan darat ke arah timur laut. Dari by pass Ida Bagus Mantra lurus hingga perempatan Jalan Pantai Siyut kemudian belok ke kiri. Dari Jalan Pantai Siyut menuju jalan Raya Tulikup kemudian dilanjutkan ke Jalan Taman Bali menujuKota Bangli. Jika sudah tiba di Kota Bangli, carilah Jalan Nusantara hingga menemukan simpang tiga kemudian belok kiri mengikuti papan penunjuk arah menuju Objek Wisata Desa Penglipuran. Ikuti jalan tersebut kurang lebih 300 meter hingga tiba di depan gerbang Desa Penglipuran dan akan disambut oleh petugas karcis.

Harga Tiket dan Jam Buka Desa Penglipuran

  • Tiket Masuk
    Wisatawan domestik: Rp 15.000 (dewasa), Rp 10.000 (anak-anak)
    Wisatawan asing: Rp 30.000 (dewasa), Rp 25.000 (anak-anak)
  • Parkir Kendaraan
    Rp 3.000 (sepeda motor), Rp 10.000 (mobil)
  • Jam Buka Wisata
    Setiap hari pukul 08.00 s/d 17.00 WITA (kecuali saat perayaan hari besar keagamaan dan upacara adat seperti Galungan, Kuningan, dan Nyepi)